7 Material Bangunan Ramah Lingkungan (Green Building)

Kesadaran untuk membangun rumah atau gedung yang lebih sehat dan minim dampak lingkungan makin meningkat beberapa tahun terakhir. Banyak orang mulai mencari material bangunan ramah lingkungan karena dinilai lebih efisien, tahan lama, dan berkontribusi pada pengurangan limbah. 

Selain itu, material jenis ini juga sering membuat hunian terasa lebih nyaman dan lebih hemat energi. Bahkan beberapa bahan malah membuat rumah semakin berestetika dan tentunya mempunyai keunikan sendiri.

Bangunan yang sangat cocok menggunakan material seperti ini adalah bangunan cafe, villa, foodcourt, dan resto yang mempunyai konsep alami atau etnic.

Inilah Material yang Sering Digunakan untuk Bangunan Ramah Lingkungan

Dalam praktiknya, memilih material bangunan ramah lingkungan yang tepat tidak harus rumit. Ada banyak opsi yang sudah tersedia di pasar dan bisa dipakai tanpa mengubah gaya desain yang kamu inginkan. Berikut pembahasan green material yang populer dan mudah diaplikasikan.

Kayu Khusus untuk Bangunan

kayu

Kayu tetap menjadi salah satu material favorit karena tampilannya hangat dan natural. Namun, tidak semua kayu dianggap ramah lingkungan. Pilihlah kayu dengan sertifikasi legal seperti FSC agar penebangannya terkontrol.

Material bangunan ramah lingkungan ini cocok untuk struktur ringan, lantai, maupun furnitur. Selain itu, kayu juga memiliki kemampuan insulasi yang baik sehingga membuat rumah lebih sejuk tanpa konsumsi energi berlebih. Dari sisi kenyamanan, kayu hampir selalu memberikan nuansa yang menenangkan.

Jepang mempunyai teknik khusus untuk membuat kayu memiliki tampilan yang menarik juga memiliki fungsi untuk memperkuat kayu, yaitu dengan cara membakar bagian luar kayu. Ini mencegah kayu menjadi lapuk dan tentunya bangunan akan lebih tahan lama.

Bata Tanah Liat

bata merah

Bata tanah liat dikenal kuat, stabil, dan tahan cuaca. Saat diproduksi dengan metode yang tepat, material ini masuk kategori material konstruksi ramah lingkungan karena bisa didaur ulang dan berasal dari alam.

Bata juga memiliki kemampuan menyerap panas di siang hari dan melepasnya kembali di malam hari sehingga suhu ruang lebih stabil. Banyak arsitek menyukai material ini karena tampilannya mudah dipadukan dengan konsep desain apa pun.

Batu bata juga memiliki fungsi yang cukup baik bagi bangunan, kemampuannya mengalirkan air yang menembus tembok membuat tembok ada tidak akan mudah lapuk karena hujan. Material bangunan ramah lingkungan ini sering menjadi pilihan untuk pembangunan yang mementingkan aspek kekuatan.

Baja Daur Ulang

baja

Baja termasuk material yang dapat dimanfaatkan kembali tanpa mengurangi kekuatannya. Karena itu, baja daur ulang sering disebut sebagai material bangunan yang ramah lingkungan untuk struktur modern.

Kelebihannya bukan hanya pada durabilitas, tetapi juga pada kemudahan instalasinya. Baja bisa dipakai pada hunian bertingkat maupun bangunan komersial. Dari sisi lingkungan, penggunaan baja bekas dapat mengurangi kebutuhan produksi baja baru, yang berarti emisi lebih rendah.

Bangunan dengan bentukan yang simpel dapat menggunakan material bangunan ramah lingkungan ini untuk beberapa titik. Menggunakan jasa arsitek yang paham struktural bangunan bisa membantu Anda untuk menentukan area mana yang akan menggunakan material ini.

Bambu

Nawah Arsitek 7 Material Bangunan Ramah Lingkungan (Green Building)

Bambu terkenal sebagai material yang cepat tumbuh dan mudah dipanen kembali. Itulah mengapa banyak orang menilai bambu sebagai material bahan bangunan ramah lingkungan yang sangat efisien.

Kekuatan tariknya tinggi, bobotnya ringan, dan tampilannya estetis. Bambu cocok untuk dinding, lantai, bahkan struktur tertentu. Jika dirawat dengan benar, bambu juga bisa bertahan lama tanpa kehilangan warnanya.

Bila bangunan Anda seperti resto atau cafe, bambu adalah pilihan material bangunan ramah lingkungan yang tepat untuk bangunan semi permanen tapi tetap memiliki durabilitas yang tinggi. Selain itu tampilan bambu akan menambah estetika bangunan Anda.

Cat Ramah Lingkungan (Low-VOC)

bahan material bangunan yang ramah lingkungan

Cat low-VOC menjadi pilihan penting ketika membahas hunian sehat. Kandungan VOC yang rendah membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah tetap baik. Selain aman, cat jenis ini memiliki variasi warna cat yang sejuk, luas dan daya rekat yang bagus.

Penggunaan cat ramah lingkungan biasanya mengurangi bau menyengat saat proses pengecatan dan lebih nyaman untuk ditempati setelahnya. Pilihan ini cocok untuk rumah keluarga yang mengutamakan kesehatan.

Beton Geopolimer

material bahan bangunan ramah lingkungan

Beton geopolimer muncul sebagai alternatif beton konvensional. Material bangunan ramah lingkungan ini memanfaatkan limbah industri seperti abu terbang, sehingga mengurangi ketergantungan pada semen.

Dari sisi lingkungan, produksi beton geopolimer menghasilkan emisi lebih rendah. Sifatnya kuat, tahan panas, dan cocok untuk berbagai jenis bangunan. Banyak proyek green building mulai mengadopsi material ini karena manfaat jangka panjangnya cukup besar.

Kaca Hemat Energi

Kaca Hemat Energi

Kaca hemat energi didesain untuk mengurangi panas yang masuk ke ruangan tanpa mengurangi cahaya alami. Inilah alasan kaca jenis ini sering dipakai pada rumah modern yang ingin memaksimalkan pencahayaan.

Dengan memakai kaca hemat energi, kebutuhan pendingin ruangan bisa berkurang. Dampak jangka panjangnya adalah konsumsi listrik yang lebih rendah dan suasana dalam ruang yang lebih nyaman sepanjang hari.

Kenapa Penting Memilih Material Ramah Lingkungan?

material konstruksi ramah lingkungan

Menggunakan material bangunan ramah lingkungan sebenarnya bukan sekadar tren. Ada manfaat nyata yang bisa dirasakan pemilik rumah. Hunian menjadi lebih hemat energi, biaya pemeliharaan lebih rendah, dan kualitas udara jauh lebih baik.

Jika dibandingkan dengan material biasa, opsi ramah lingkungan sering kali memiliki umur pakai yang lebih panjang. Selain itu, banyak material green building tersedia dalam berbagai desain, sehingga tetap memungkinkan pemilik rumah berkreasi.

Pemilihan material juga merupakan bentuk kontribusi kecil terhadap lingkungan. Ketika semakin banyak bangunan yang menggunakan bahan yang lebih aman, dampaknya terasa pada pengurangan limbah dan penggunaan energi.

Green Building Membuat Pembangunan Menjadi Mudah

Memilih material tidak harus membuat proses pembangunan menjadi rumit. Ada banyak bahan material bangunan yang ramah lingkungan yang mudah ditemukan dan bisa memberi nilai tambah pada hunian. Dengan memahami karakter masing-masing material di atas, kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan bangunan dan gaya desain yang diinginkan.

Pada akhirnya, bangunan yang nyaman bukan hanya soal tampilan, tetapi juga bagaimana materialnya membantu menjaga kesehatan dan lingkungan di sekitarnya. Semakin bijak memilih material bangunan ramah lingkungan, semakin besar manfaat yang kamu dapatkan dalam jangka panjang.

Bila Anda membutuhkan jasa arsitek untuk green building Anda, Nawah Arsitek bisa menjadi pilihan yang tepat. Kami akan bantu perencanaan bangunan Anda mulai dari desain, perhitungan struktural, hingga pembuatan rencana anggaran biaya. Hubungi kami di nomor 0858-1225-5450, Anda bisa berkonsultasi dahulu dengan tim kami secara gratis.

Leave a Comment