Inilah Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah dengan Tepat

Membangun rumah adalah impian banyak orang. Tapi jujur saja, bagian yang paling sering bikin pusing adalah soal anggaran. Banyak calon pemilik rumah merasa biayanya “kok tiba-tiba membengkak”. Padahal, jika sejak awal tahu cara menghitung biaya bangun rumah, hal semacam itu bisa dihindari.

Perhitungan biaya bangun rumah itu perlu diketahui, kita akan mengetahuinya secara sederhana, masuk akal, dan relevan dengan kondisi harga di Indonesia saat ini.

Kenapa Menghitung Biaya Bangun Rumah Itu Penting?

Tanpa perhitungan yang jelas, kamu seperti berjalan tanpa peta. Ujung-ujungnya, uang habis sebelum rumah selesai.

Dengan memahami cara menghitung biaya bangun rumah per meter atau per meter persegi, kamu bisa:

  • Menyesuaikan desain dengan anggaran
  • Menghindari pengeluaran tak terduga, yang sering kali keluar pada saat pembangunan
  • Lebih mudah berdiskusi dengan tukang atau kontraktor

Singkatnya, perhitungan yang tepat bikin proses bangun rumah jauh lebih tenang, terstruktur, dan sesuai dengan jadwal jadinya.

Inilah Pengetahuan Dasar Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah

cara menghitung biaya bangun rumah per meter

Secara umum, biaya bangun rumah dihitung dari luas bangunan dikali harga per meter persegi.

Rumus sederhananya seperti ini:

Luas Bangunan x Harga Bangun per m² = Perkiraan Biaya

Harga bangun per meter persegi di Indonesia (estimasi rata-rata):

  • Standar sederhana: Rp3.000.000 – Rp3.800.000
  • Menengah: Rp4.000.000 – Rp5.000.000
  • Menengah ke atas: Rp5.500.000 – Rp7.000.000

Angka ini sudah mencakup material dan upah, tapi belum termasuk desain arsitek dan perizinan. Setelah mengetahui harga per meter, anda dapat menggunakan kalkulator bangun rumah, atau mengikuti simulasi di bawah ini:

Beberapa Simulasi Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Per Meter Persegi

cara menghitung biaya bangun rumah per meter persegi

Misalnya kamu ingin membangun rumah 1 lantai dengan luas 60 m².

Jika kamu memilih kualitas menengah di kisaran Rp4.500.000 per m², maka:

60 m² x Rp4.500.000 = Rp270.000.000

Inilah contoh paling umum dari cara menghitung biaya bangun rumah per meter persegi yang sering dipakai oleh kontraktor maupun pemilik rumah.

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah 1 Lantai

Untuk rumah 1 lantai, perhitungan relatif lebih sederhana karena tidak ada struktur bertingkat.

Contoh:

  • Luas bangunan: 72 m²
  • Harga bangun: Rp4.000.000/m²

Total biaya:
72 x Rp4.000.000 = Rp288.000.000

Biaya ini cocok untuk rumah tinggal standar dengan spesifikasi wajar, tanpa material mewah.

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah 2 Lantai

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Tingkat agak berbeda. Rumah 2 lantai butuh struktur lebih kuat. Pondasi, kolom, dan balok harus dirancang khusus.

Umumnya, biaya rumah 2 lantai 30-50% lebih mahal per meter dibanding 1 lantai.

Contoh:

  • Luas total bangunan: 120 m²
  • Harga bangun: Rp5.000.000/m²

120 x Rp5.000.000 = Rp600.000.000

Lalu misal ditambah lagi 50% dari 6jt, maka total kasarnya = Rp. 900.000.000

Jika kamu membangun rumah tingkat di lahan sempit, biasanya biaya per meter justru naik karena:

  • Akses kerja terbatas
  • Struktur lebih kompleks
  • Material harus diangkat ke atas

Perhitungan tetap sama, hanya harga per meter persegi yang disesuaikan.

Inilah gambaran sederhana cara menghitung biaya bangun rumah 2 lantai yang realistis untuk kondisi lapangan yang berbeda beda.

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Type 36

Luas rumah tipe 36 adalah 36 meter persegi (m²) untuk luas bangunannya, yang sering kali dibangun di atas tanah seluas 60 m² atau 72 m² (dikenal sebagai 36/60 atau 36/72).

Contoh perhitungan:

  • Harga bangun sederhana: Rp3.500.000/m²

36 x Rp3.500.000 = Rp126.000.000

Ini adalah contoh paling populer dari cara menghitung biaya bangun rumah type 36, terutama untuk rumah pertama atau hunian minimalis.

Faktor Penentu Harga dalam Biaya Bangun Rumah

yang mempengaruhi biaya bangun rumah

Dalam praktiknya, angka hasil perhitungan bisa naik atau turun tergantung beberapa faktor penting. Inilah hal-hal utama yang paling berpengaruh dalam cara menghitung biaya bangun rumah secara realistis.

1. Material Bangunan (Penyumbang Biaya Terbesar)

Material adalah komponen paling banyak menyerap anggaran, bahkan bisa mencapai 60–70% dari total biaya bangun rumah.

Beberapa material yang paling menguras biaya antara lain:

Struktur beton

Semen, pasir, split, dan besi tulangan adalah tulang punggung bangunan. Kualitas dan diameter besi sangat memengaruhi harga, terutama untuk rumah 2 lantai atau rumah tingkat.

Atap dan rangka

Rangka baja ringan cenderung lebih mahal dibanding kayu biasa, tapi lebih awet. Penutup atap seperti genteng beton, keramik, atau metal juga punya selisih harga yang cukup jauh.

Lantai dan finishing

Keramik, granit, atau homogeneous tile sering jadi pembeda besar dalam anggaran. Selisih harga lantai bisa ratusan ribu per meter.

Pintu dan jendela

Kayu solid, UPVC, dan aluminium memiliki harga yang sangat berbeda. Semakin banyak bukaan, biaya ikut naik.

Karena itu, saat menghitung biaya bangun rumah per meter persegi, spesifikasi material harus jelas sejak awal.

2. Timing Harga Pasaran Material

Banyak orang tidak sadar bahwa waktu membangun rumah sangat berpengaruh pada biaya.

Harga material bangunan cenderung naik pada:

  • Awal tahun
  • Musim pembangunan massal
  • Periode setelah kenaikan BBM atau kebijakan tertentu
  • Sebaliknya, di waktu tertentu harga bisa lebih stabil, terutama saat permintaan menurun.

Jika kamu fleksibel soal waktu, menunda atau memajukan jadwal pembangunan bisa menghemat cukup banyak biaya tanpa mengubah desain.

3. Lokasi dan Akses Lahan

Lokasi rumah juga ikut menentukan mahal tidaknya biaya bangun.

Beberapa kondisi yang bisa menaikkan harga:

  • Akses jalan sempit
  • Lokasi jauh dari toko material
  • Lahan tusuk sate atau tidak rata

Biaya angkut material dan waktu kerja tukang bisa bertambah. Ini sering terjadi di perumahan padat atau area perkotaan.

4. Sistem Pengerjaan (Borongan atau Harian)

Cara kamu membayar tukang juga berpengaruh.

Borongan

Biaya lebih terkontrol, tapi harus detail di awal.

Harian

Terlihat murah di awal, tapi berisiko molor jika pengawasan kurang ketat.

Pilihan ini sering luput dari perhitungan, padahal dampaknya besar pada total biaya.

Rincian Tambahan Biaya yang Seringkali Terlewatkan

tambahan biaya bangun rumah tingkat

Banyak orang lupa memasukkan biaya tambahan berikut:

  • Gambar desain & arsitek
  • IMB atau PBG
  • Instalasi listrik dan air
  • Pagar dan kanopi
  • Perabot tanam (kitchen set, lemari)

Idealnya, siapkan cadangan 10–15% dari total anggaran untuk kebutuhan tak terduga.

Memahami cara menghitung biaya bangun rumah bukan soal rumus rumit. Kuncinya ada pada luas bangunan, harga per meter, dan spesifikasi yang kamu pilih.

Dengan perhitungan yang realistis sejak awal, kamu bisa membangun rumah dengan lebih tenang, terencana, dan sesuai kemampuan finansial.

Kalau kamu masih bingung cara menghitung luas bangunan dan perkiraan biayanya. Anda dapat menghubungi tim jasa arsitek dari Nawah Arsitek agar mendapatkan rincian anggaran biaya yang tepat.

FAQ Seputar Biaya Bangun Rumah

Berapa biaya bangun rumah per meter saat ini?

Rata-rata berkisar antara Rp3 juta hingga Rp7 juta per meter persegi, tergantung kualitas material dan lokasi.

Mana yang lebih hemat, rumah 1 lantai atau 2 lantai?

Rumah 1 lantai biasanya lebih hemat per meter, tapi rumah 2 lantai lebih efisien lahan.

Apakah biaya tukang sudah termasuk dalam hitungan per meter?

Jika menggunakan sistem borongan, biasanya sudah termasuk material dan upah.

Apakah harga bangun rumah sama di semua daerah?

Tidak. Harga di kota besar cenderung lebih mahal dibanding daerah pinggiran.

Apakah perhitungan ini sudah final?

Ini adalah estimasi awal. Angka pasti tetap bergantung pada desain detail dan kondisi lapangan.

Leave a Comment